Teknik Berkebun Emas

Teknik Berkebun Emas

                                                   
 Dari judulnya juga udah kebayangkan! Berkebun emas, emang bisa? Ya bisalah, oke langsung aja ke cara kerja teknik berkebun emas ini.
                Sebenarnya sederhana. Kita harus membeli emas batangan pertama dulu, lalu digadaikan ke pihak bank syariah atau pegadaian (kalau bisa pilih lembaga yang memberikan nilai gadai paling tinggi dengan biaya gadai paling murah; biasanya bank2 syariah). Nantinya uang dari hasil gadai pertama tadi kamu pakai lagi untuk beli emas yang kedua (untuk membeli emas baru, tentu saja kita harus menyediakan dana tambahan, karena uang gadai pertama yang kita dapatkan Cuma 60-80% harga emas yang kita gadaikan. Lakukan langkah ini berulang-ulang hingga anda merasa cukup. Contoh:
Beli emas batangan 25 gram seharga Rp 10 juta (per gram Rp 400rb) yang kemudian digadaikan dapat Rp 8juta (asumsi nilai taksiran 80% dari nilai emas)
Beli emas 25 gram lagi dari uang Rp 8 juta + Rp 2 juta dari modal sendiri dan kemudian digadaikan lagi, terus dapat lagi Rp 8juta , gadaikan lagi untuk dibelikan emas. Ulangi beli gadai ini berulang-ulang.
Disini kita asumsikan kamu membeli sampai emas ke-5. Emas terakhir ini disimpan untuk modal menebus emas kembali nanti.
Dengan cara berkebun emas tsb diatas, kamu bisa memiliki emas sebanyak 125gr (5x25gr) senilai Rp 50jt hanya dengan modal Rp 18 juta (Rp 10 juta modal awal+Rp 2 juta untuk emas2 berikutnya), tentunya belum termasuk biaya gadai maupun biaya lainnya.
Pada saat harga emas naik, emas-emas yang digadaikan ditebus kembali satu persatu dengan modal emas yang ada di tangan. Jadi,jual emas ke-5 untuk menebus emas ke-4 yang kemudian dijual lagi untuk menebus emas yang ke-3. Ulangi sampai semua emas di tebus, lalu jual semuanya. Keuntungan lamu berupa selisih dari hasil penjualan – nilai tebus gadai. Dan modal awal + biaya gadai. Sebagai contoh, asumsi harga emas naik 30% menjadi Rp 13 juta dan biaya gadai Rp 4juta. Maka keuntungan yang diperoleh : (Rp 65juta-Rp 32 juta) – (Rp 18 juta+Rp 4juta)= Rp 11 juta.
Bandingkan keuntungan dari cara berkebun emas seperti ini dengan keuntungan yang diperoleh jika menggunakan cara investasi emas konvensional. Modal Rp 22 juta digunakan untuk membeli emas batangan 55gram (per gram Rp 400ribu). Emas kemudian dijual pada saat harga emas naik 30% (Rp 520 ribu) uang yang akan diperoleh sebesar Rp 28.600.000,- keuntungan yang didapat hanya sebesar Rp 28,6 juta – Rp 22 juta = Rp 6,6 juta.
Semua harga maupun hitungan disini hanya merupakan asumsi(perkiraan) , harga dan kondisi sebenarnya di lapangan tentunya tidak akan sama.
Teknik berkebun emas jangka pendek hanya cocok diterapkan pada saat harga emas mengalami penurunan dan kenaikan tajam. Cara berkebun emas seperti ini memungkinkan investor untuk menggadaikan emas dalam waktu sesingkat mungkin (bisa dalam hitungan hari, minggu, ataupun bulanan), sehingga bisa menekan biaya gadai dan mendapatkan keuntungan maksimal. Caranya dengan membeli emas saat harga emas sedang turun yang kemudian digadaikan dan dijual secepatnya pada saat harga emas melonjak.
Untuk investasi jangka panjang, emas biasanya digadaikan dalam waktu cukup lama (bisa satu, dua atau tiga tahun) sampai harga emas mengalami kenaikan yang signifikan minimal 30% untuk kemudian ditebus dan di jual kembali. Tentunya kamu harus siap untuk membayar biaya gadai yang harus dikeluarkan selama emas digadaikan.

Sekian postingan ane ini tentang teknik berkebun emas, semoga bermanfaat buat agan2 dan sissta2 :D 

*note Jika kamu pengen tau harga emas terkini bisa di lihat disini

Comments

Popular posts from this blog

APA ITU SEO DAN PERKEMBANGAN TERBARUNYA DI 2015

APA ITU GOOGLE CONSUMER SURVEYS?

TIPS DASAR MEMBANGUN POPULARITAS BLOG